Pembangunan

Dampak Bencana Banjir Dari Proyek peninggian jalan dan saluran air di Gresik

Radar-INews, Gresik – Proyek peninggian jalan dan saluran air tepatnya di Jalan Harun Thohir Desa Sidorukun Kecamatan Kebomas Gresik, Jawa Timur sebesar Rp 3 Miliar lebih bikin warga resah. Sebab, dampaknya berakibat pada beberapa rumah warga menjadi banjir dan rusak, Kamis (26/12/2019).

Proyek Berdampak banjir di Gresik

Keluhan itu disampaikan warga Jalan Harun Thohir, Desa Sidorukun Kecamatan Gresik saat kepala Desa bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Gresik sidak ke lokasi banjir di pemukiman warga akibat proyek peninggian jalan dan saluran air.

Anto, warga Jalan Harun Thohir, Desa Sidorukun mengatakan, semestinya proyek peninggian jalan harus melihat kondisi saluran air. Sehingga, warga tidak menjadi korban proyek pembangunan jalan.

Akibat proyek peninggian jalan dan saluran air yang kurang baik, berimbas pada rumah beberapa warga di Jalan Harun Thohir, Desa Sidorukun Kecamatan Gresik banjir saat hujan deras hanya dalam beberapa menit.

“Artinya dalam perencanaan kurang baik. Sebab, dampak-dampaknya tidak diperhitungkan. Kalau banjir, siapa yang menanggung kerugiannya,” Celetuk Anto, saat melihat petugas Dinas PUTR Kabupaten Gresik meninjau lokasi banjir dipemukiman Warga.

Warga sangat heran dengan banjir luapan air hujan dari proyek saluran air yang belum selesai. Sebab, air dari saluran air masuk kedalam rumah dan baru pertama kali ini air masuk rumah warga.

“Kami heran, jalan dan saluran air diperbaiki tidak menjadi baik, malah menjadi bencana. Padahal jalannya juga tidak rusak, kenapa diperbaiki. Ini yang namanya proyek tidak bermanfaat,” kata Suhandi (59), yang tokonya kena dampak terendam banjir.

Akibat bencana banjir, tersebut perabotan elektronik warga banyak yang rusak. Seperti Mesin cuci, Kulkas dan lainnya. Selain itu, dokumen, pakaian dan bahan kebutuhan pokok juga ikut tergenang air. “Seumur-umur selama tinggal di sini, baru kali ini ada musibah banjir,” imbuhnya.

Baca Juga >>  Proyek Saluran Irigasi HIPPA Randu Agung Randubener

Kepala Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan DInas PUTR Kabupaten Gresik Eddy Pancoro mengatakan, nilai proyek peninggian jalan dan saluran air tersebut senilai Rp 3 Miliar lebih. Akibat pekerjaan yang tidak selesai akhir tahun ini, sehingga kontraktor dikenakan denda.

“Penyedia pekerjaan ini sudah kita denda, sebab tidak selesai sampai akhir tahun ini. Namun, kita masih berikan tenggang waktu untuk menyelesaikan,” tukas Eddy.

Untuk menyelesaikan dampak proyek jalan dan saluran air, Dinas PUTR Kabupaten Gresik akan meminta kontraktor selaku penyedia jasa untuk bertanggung jawab terhadap kerusakan rumah warga. Kalau dampak banjir itu dengan alasan karena faktor alam,” katanya.

Dari banjir tersebut, kontraktor diminta membuka saluran air yang ada di bawah jalan.

“Selanjutnya saluran air yang lama akan dibuka kembali. Dan akan menambah yang ada di jalan yang milik lahan Semen Gresik. Nanti pihak desa yang akan membuat surat untuk pelebaran saluran air di bawah jalan,” Pungkasnya.(Kontributor/Sule/pm)

Mohon Bagikan Juga