PembangunanPertanian

Hippa Subur Makmur Desa Kajeksan Bangun Saluran Irigasi Sebagai Wujud Program Nawa Cita

RadarINews, Sidoarjo – Desa Kajeksan menjadi salah satu penerima manfaat program P3-TGAI 2023 di Kecamatan Tulangan. P3-TGAI dilaksanakan untuk mendukung kedaulatan pangan nasional sebagai perwujudan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor strategis ekonomi domestik sebagaimana termuat dalam program nawa cita ke tujuh melalui pemberdayaan masyarakat petani dalam perbaikan jaringan irigasi, rehabilitasi jaringan irigasi dan peningkatan jaringan irigasi secara partisipatif di wilayah perdesaan.

Seperti halnya Pembangunan jaringan irigasi yang dilakukan Hippa Subur Makmur dikelola secara partisipatif Swakelola Padat Karya di Desa Kajeksan, pelaksana kegiatan merupakan bagian dari pemberdayaan masyarakat petani secara terencana dan sistematis untuk meningkatkan kinerja pengelolaan jaringan irigasi.

Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) adalah program berbasis peran serta masyarakat petani yang dilaksanakan sendiri oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air ( P3A), Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air atau Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air secara swakelola. Adapun jenis kegiatan pelaksanaan P3-TGAI terdiri dari, rehabilitasi jaringan irigasi, peningkatan jaringan irigasi, dan/atau, pembangunan jaringan irigasi.

Info seputar kegiatan disampaikan Arifin sebagai Pelaksana Lapangan Hippa Subur Makmur desa Kajeksan menuturkan “Kami berharap kedepan warga desa Kajeksan bisa semakin sejahtera karena selama ini air tidak bisa sampai bawah karena air meresap disaluran yang masih berupa tanah. Sehingga kedepan diharapkan petani bisa panen setahun 2 sampai 3 kali karena ketersediaan air irigasi yang lebih optimal. “jelas Arifin.

“Selain itu harapan kami semoga Jalan Usaha Tani yang berseberangan dengan area proyek P3-TGAI yang masih berupa tanah urug bisa juga mendapatkan bantuan agar lebih baik lagi ” Pungkasnya. (Pam)

Mohon Bagikan Juga
Baca Juga >>  Islamic Center Wilayah Gresik Selatan di Bangun Bukan Sekadar Pusat Keagamaan