PemerintahanUncategorized

PRESIDEN JOKOWI MEMBAGIKAN RIBUAN SERTIFIKAT TANAH

unnamed

RI-NewsLAMONGAN- Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menegaskan agar sertifikat tanah di Jawa Timur tuntas pada tahun 2023 mendatang. Sementara untuk Nasional ditargetkan tuntas hingga 2025. Hal itu diungkapkan saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Lamongan dengan membagi sebanyak 5.750 sertifikat gratis kepada warga di 5 Kabupaten yakni Kabupaten Lamongan, Tuban, Bojonegoro, Gresik dan Sidoarjo. Kamis (08/03).

“Saya sudah perintahkan ke Menteri BPN tahun 2025 seluruh indonesia harus selesai. Dan Jawa timur khususnya harus selesai pada tahun 2023, kalau tidak selesai maka saya akan copot Kanwilnya, ” kata Presiden RI, Joko Widodo, dihadapan undangan di Alun-alun Lamongan. Kamis (08/03).

Hal ini memang harus dikerjakan cepat, masih kata Jokowi, Karena setiap saya ke Desa, ke daerah, ke Propinsi, gak di Sumatra, gak di Kalimantan, gak di Jawa, gak di Sulawesi, gak di Papua, di Maluku, semua keluhannya sama yakni sengketa lahan. Entah itu warga dengan warga, warga dengan pemerintah, atau dengan perusahan. Itu semua terjadi karena tidak punya sertifikat sebegai bukti sah kepemilikan. Ini alasannya kenapa saya turun ke bawah. Namun jika kita sudah punya sertifikat, ada orang lain mau mengklaim itu tanah miliknya, kita bisa menolak dengan bukti sertifikat yang kita pegang,” lanjutnya.

Lebih jauh, Presiden juga mempersilahkan kepada masyarakat untuk memanfaatkan sertifikat tanah yang sudah diberikan untuk anggunan modal usaha di Bank. “Silahkan saja untuk keperluan untuk anggunan pinjaman uang di bank. Tetapi uang pinjaman tersebut sebaiknya untuk modal kerja atau investasi. Sehingga kalau ada untung langsung ditabung baru bisa digunakan untuk kepentingan yang lain, termasuk untuk beli mobil,” ujar Jokowi.

Baca Juga >>  NURKHOLIS : Sasaran Kerja Pemdes Kedungmoro 6 tahun Kedepan

Di Kabupaten Lamongan, sertifikat tanah gratis diberikan sebanyak 1.500 orang untuk warga di 8 desa di 2 kecamatan, yakni Kecamatan Sarirejo dan Kecamatan Mantup. Delapan desa itu antara lain desa Dermolemahbang, Beru dan Simbatan masuk wilayah Kecamatan Sarirejo, sedangkan desa Sukobendu, Mojosari, Sumberagung, Tuguh dan Tunggungjagir masuk wilayah Kecamatan Mantup.

Sementara kabupaten lain yakni Kabupaten Gresik sebanyak 1.500 orang, Kabupaten Bojonegoro 1.500 orang, Kabupaten Tuban 750 orang dan Kabupaten Sidoarjo 500 orang. (Pam).

Mohon Bagikan Juga

Comment here